Minggu, 07 Oktober 2012
TAPAK – TAPAK CINTA yang HENING
Aku berbicara kepada hening, karena hening sudah akrab denganku
Aku belajar bertanya pada hening, karena di sana kutemukan jawabanku
Aku belajar mendengar pada hening, karena di sana kudengar lantunan nada kehidupan
Aku belajar berjalan pada hening, karena di sana kutemukan tongkat penuntunku
Aku belajar menangis pada hening, karena di sana tidak ada yang mengejekku
Aku belajar pada hening, karena di sana kutemukan arti kebahagiaan
Keheningan memberiku kedamaian, memberiku jawaban
Keheningan memberiku syair kehidupan, memberiku petujuk jalan
Keheningan memberiku kesedihan, memberiku kebahagiaan
Dalam keheningan kurasakan semuanya, kumainkan imajinasi pikiranku
Dalam keheningan kumenjamah duniaku, kutemukan kebebasan dan kunikmati kesendirianku.
Senin, 31 Mei 2010
CORAK SITUASI DI PASAR TRADISIONAL “PASAR BESAR MALANG”
Sosiologi ekonomi merupakan mata kuliah yang berhubungan dengan ekonomi tetapi juga memasukkan unsur sosial di dalamnya. hal tersebut dilakukan untuk menyeimbangkan antara unsur teori ekonomi dan fakta yang ada hubungannya dengan ilmu sosial.contoh hal yang termasuk dalam sosiologi ekonomi adalah modal sosial yang ada di pasar tradisional. modal sosial itu sendiri merupakan modal yang berasal dari diri pengusaha itu sendiri yang dapat membangkitkan rasa ingin membeli paad calon konsumen pada sebuah tempat usaha dagang. sebagai contoh saya telah melakukan kunjungan ke Pasar Besar Malang pada Rabu, 13 Mei 2010. Hal tersebut saya lakukan untuk mengetahui secara langsung bagaimana dan apa yang terjadi di PBM sekarang dengan banyaknya pasar modern yang bermunculan di pasar.
Banyak hal yang dapat saya peroleh dari penelitian di PBM ada hal yang positif dan negatif. Mulai dari kapan pasar tersebut dalam keadaan pasar ramai hingga bagaimana keadaan penjual di PBM dan apa harapan mereka yang ada di sana serta bagaimana yang seharusnya dilakukan oleh dinas pasar untuk kesejahteraan penjual dan konsumen di pasar tradisional.
Pertama,kebersihan merupakan hal penting dalam menentukan ramai tidaknya suatu pasar. pada dasarnya telah kita ketahui bahwa ada banyak hal yang menganjurkan seseorang untuk menjaga kebersihan. Misalkan dengan adanya slogan tentang kebersihan "bersih pangkal kesehatan". begitu juga dengan pasar, kebersihan di pasar sangatlah penting dalam menarik konsumen.Dengan tempat yang bersih maka calon pembeli akan berpikir bahwa di tempat yang bersih terdapat barang – barang yang sehat dan juga makana yang sehat pula. Misalnya, di warung makan yang bersih akan menarik konsumen untuk makan atau sekedar berkunjung ke tempat tersebut. Seperti contohnya di PBM yang saya kunjungi adalah “WARUNG LAMA” dan di sebelahnya adalah“WARUNG BARU”. Dua keadaan tersebut sangat berbeda keadaan dan kepadatan pembelinya.“WARUNG LAMA” merupakan warung yang terjaga kebersihannya dan di warung itu sangat padat pengunjungnya. Dalam hal ini, pembeli pasti berpikir bahwa di warung yang bersih akan terdapat makanan yang sehat. Hal tersebut telah menunjukkan bahwa faktor kebersihan juga termasuk faktor penting dalam menarik konsumen. Jika dilihat secara umum, kebersihan di PBM nampaknya telah mengalami penurunan kualitas dalam hal kebersihan. Faktanya nilai – nilai kebersihan hanya dijaga oleh beberapa pihak secara individu tanpa ada kerjasama antar pedagang yang berjualan di PBM. Sehingga secara tidak langsung hal tersebut akan menyebabkan kemunduran modal sosial di PBM. Modal sosial itu sendiri merupakan modal di mana seseorang dapat menarik konsumen dilihat dari nilai – nilai sosial, misalnya kepercayaan. Kepercayan dalam hal ini berarti kepercayaan dalam hal kualitas barang yang dijual, pelayanan prima terhadap konsumen, serta harga yang ditetapkan oleh penjual tersebut sesuai dengan keadaan dari barang yang dijual tersebut. Dengan adanya kepercayan antara penjual dan pembeli tersebut, maka seorang penjual akan mendapatkan kemudahan dalam menarik konsumen yang pada akhirnya konsumen akan menjadi pelanggan tetap di tempat tersebut atau paling tidak konsumen tersebut telah memberikan “GoodWill” kepada tempat tersebut yang akan membantu tempat tersebut dalam promosi secara tidak langsung, dari mulut ke mulut. Untuk mencegah dan mengatasi kemunduran pasar tradisional tersebut seharusnya Dinas PBM menghimbau dan terus menghimbau kepada pedagang di PBM untuk selalu menjaga kebersihan untuk tetap menjaga kelancaran transaksi yang terjadi dan akan terjadi di PBM. Karena pada dasarnya pasar tradisional seperti PBM berbeda dengan pasar modern yang selalu tampak bersih tanpa harus dihimbau karena memang pasar modern menyadari terlebih dahulu bahwa kebersihan merupakan poin positif dalam menarik konsumen. Dengan terjaganya kebersihan di PBM, diharapkan akan mempertahankan dan menambah pengunjung PBM. Faktor kedua yang mempengaruhi daya tarik kosumen adalah harga. Harga sangat mempengaruhi daya beli konsumen terhadap suatu barang. Kebanyakan konsumen dari kalangan menengah ke bawah sangat memperhatikan harga dalam membeli suatu barang. Seperti yang kita ketahui di PBM bahwa untuk dapat berhasil da;lam transaksi, maka merupakan hal yang biasa jika harus terjadi proses tawar menawar. Sebagai contoh pada saat kunjungan saya ke PBM ada seseorang yang berkunjung ke toko pakaian, di sana sebelum terjadi kesepakatan harga akan terjadi tawar menawar atara penjual dan calon pembeli tersebut. Penjual akan mematok harga yang tinggi untuk menawarkan kepada konsumen sehingga diharapkan terjadi roses tawar menawar yang pada akhirnya akan terjadi kesepakatan harga yang saling menguntungkan antara penjual dan pembeli, sehingga pembeli tidak mrasa kecewa atas transaksi tersebut dan penjual akan merasa untung dengan adanya transaksi tersebut. Dapat disimpulkan bahwa terjadinya tawar menawar antara penjual dan pembeli tersebut tidak lain hanyalah untuk menyeimbangkan harga yaitu harga yang diharapkan penjual dan harga yang diinginkan oleh konsumen, sehingga diharapkan dapat terjadi kesepakatan harag antar penjual dan konsumen yang saling menguntungkan.Faktor ketiga yang mempengaruhi daya tarik konsumen menurut pengamatan yang telah saya lakukan adalah kualitas barang yang disediakan. Meskipun harga akan suatu barang murah tetapi jika kualitasnya tidak memenuhi keinginan konsumen atau sering disebut kualitas murahan, maka konsumen tidak akan merasa puas. Kebanyakan dari mereka berprinsip bahwa “meskipun harga murah tetapi kualitas tidak murahan”. Itu merupakan prinsip yang dianut konsumen kelas menengah ke bawah. Untuk kelas atas prinsip yang dianut adalah “berapapun harganya, jika kualitas barang tersebut baik maka saya bersedia membayarnya”. Dengan adanya dua hal tersebut seorang penjual sebenarnya dituntut untuk jujur terhadap keadaan barang yang akan dia jual karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Hal tersebut dimaksudkan agar konsume tidak merasa kecewa dan jera untuk membeli barang di tempat tersebut hanya karen akonsumen kecewa akan kondisi barang yang telah dibelinya tanpa sepengetahuan darinya. Jika seorang konsumen telah kecewa, maka ia tidak akan kembali lagi untuk membeli barang di tempat tersebut dan jika hal tersebut terjadi, maka hal itu bukan hanya akan merugikan penjual itu sendiri, tetapi juga akan menyebabkan kemunduran PBM. Peristiwa tesebut biasanya terjadi pada penjual buah terutama penjual yang merupakan PKL di PBM. Mereka menawarkan buah mereka dengan menunjukkan buah yang kualitasnya baik, namun setelah berhasil terjadi transaksi ternyata penjual tersebut telah mencampur buah tersebut dengan buah yang kualitasnya rendah atau bahkan dengan yang kualitasnya busuk. Dalam hal ini jelas konsumen merasa sangat dirugikan sehingga konsumen tidak mau lagi membeli kembali di tempat tersebut sehingga secara tidak langsung akan megurangi pengunjung di PBM, sehingga akan menyebabkan kemunduran pasar tradisional yang disebabkan oleh kemunduran modal sosial yang ada di PBM. Semestinya yang harus dilakukan oleh penjual adalah mengatakan yang sebenarnya tentang keadaan barang yang ditawarkan kepada calon konsumen tersebut, sehingga konsumen benar – benar tahu dan adar barang yang akan dibelinya terebut merupakan barang yang ia inginkan sesuai dengan harga yang telah disepakati sebelumnya antara penjual dan calon pembeli.Faktor keempat adalah yang berpengaruh pada daya tarik konsumen adalah pelayanan prima yang dilakukan oleh seorang penjual kepada calon konsumen. Lingkungan yang bersih dan sehat, harga sesuai kondisi barang, kualitas barang seuai keinginan dari konsumen, tetapi pelayanan yang dilakukan oleh penjual kurang atau bahkan tidak sesuai (kata sesuai dalam hal ini dimaksudkan bahwa seorang penjual seharusnya berprinsip bahwa pembeli adalah raja yang berarti seoranmg penjual harus dapat melayani konsumen dengan sepenuh hati dalam arti seorag penjual membuat konsumen merasa nyaman di tempat tersebut, sehingga konsumen merasa bahwa penjual tersebut sangat perhatian padanya dan hal tersebut dapat membuka hati konsumen tersebut untuk membeli mbarang yang ditawarkan oleh penjual tersebut). Sebagai contoh, saya mengamati seorang penjual pakaian di PBM yang sedang berusaha menarik hati konsumen yang berjalan melewati tokonya dengan mengatakan “Mbak, monggo mau beli apa? Kaos, celana, atau Cuma lihat – lihat saja tidak apa – apa, monggo Mbak mampir dulu?!!?”. Kata – kata seperti itulah yang dimaksudkan akan membuat konsumen merasa nyaman dan merasa diperhatikan, tetapi juga tidak jarang yang berpendapat bahwa hal tersebut sebenarnya justru mengganggu konsumen yang ingin berbelanja dan ingin menentukan pilihannya sendiri karena mereka sebenarnya tidak ingin diganggu dalam menetukan pilihan mereka (hal ini biasanya dilkukan atau terpikirkan oleh sebagian masyarakat modern yang lebih menytukai berbelanja ke pasar modern).Dari berbagai hal yang telah diketahui melalui pengamatan yang telah saya lakukan dapat saya simpulkjan bahwa setiap faktor mempunyai keterkaitan dengan faktor yang lain dalam menarik konsumen. Jadi jika ingin konsumen dapat tertarik ke tokonya maka ia harus melakukan hal – hal yang tersebut di atas. Sebenarnya masih banyak hal yang ingin saya bahas di sini tentang PBM tetapi dilihat dari sisi lain, misalnya dari sisi pelaku dinas pasar yang tindakannya justru membantu PBM mengalami kemunduruan dalam berbagai hal yang termasuk pula kemunduran modal sosial dan juga kemunduran keamanan yang seharusnya dipertahankan oleh setiap penjual di PBM. Tindakan dinas pasar yang dapat membantu PBM mengalami kemunduran diantaranya adalah dengan memanfaatkan keberadaan PKL di PBM untuk menarik uang retribusi yang akan menambah pendapatan mereka sendiri tanpa peduli keadaan pasar di masa yang akan datang.
Banyak hal yang dapat saya peroleh dari penelitian di PBM ada hal yang positif dan negatif. Mulai dari kapan pasar tersebut dalam keadaan pasar ramai hingga bagaimana keadaan penjual di PBM dan apa harapan mereka yang ada di sana serta bagaimana yang seharusnya dilakukan oleh dinas pasar untuk kesejahteraan penjual dan konsumen di pasar tradisional.
Pertama,kebersihan merupakan hal penting dalam menentukan ramai tidaknya suatu pasar. pada dasarnya telah kita ketahui bahwa ada banyak hal yang menganjurkan seseorang untuk menjaga kebersihan. Misalkan dengan adanya slogan tentang kebersihan "bersih pangkal kesehatan". begitu juga dengan pasar, kebersihan di pasar sangatlah penting dalam menarik konsumen.Dengan tempat yang bersih maka calon pembeli akan berpikir bahwa di tempat yang bersih terdapat barang – barang yang sehat dan juga makana yang sehat pula. Misalnya, di warung makan yang bersih akan menarik konsumen untuk makan atau sekedar berkunjung ke tempat tersebut. Seperti contohnya di PBM yang saya kunjungi adalah “WARUNG LAMA” dan di sebelahnya adalah“WARUNG BARU”. Dua keadaan tersebut sangat berbeda keadaan dan kepadatan pembelinya.“WARUNG LAMA” merupakan warung yang terjaga kebersihannya dan di warung itu sangat padat pengunjungnya. Dalam hal ini, pembeli pasti berpikir bahwa di warung yang bersih akan terdapat makanan yang sehat. Hal tersebut telah menunjukkan bahwa faktor kebersihan juga termasuk faktor penting dalam menarik konsumen. Jika dilihat secara umum, kebersihan di PBM nampaknya telah mengalami penurunan kualitas dalam hal kebersihan. Faktanya nilai – nilai kebersihan hanya dijaga oleh beberapa pihak secara individu tanpa ada kerjasama antar pedagang yang berjualan di PBM. Sehingga secara tidak langsung hal tersebut akan menyebabkan kemunduran modal sosial di PBM. Modal sosial itu sendiri merupakan modal di mana seseorang dapat menarik konsumen dilihat dari nilai – nilai sosial, misalnya kepercayaan. Kepercayan dalam hal ini berarti kepercayaan dalam hal kualitas barang yang dijual, pelayanan prima terhadap konsumen, serta harga yang ditetapkan oleh penjual tersebut sesuai dengan keadaan dari barang yang dijual tersebut. Dengan adanya kepercayan antara penjual dan pembeli tersebut, maka seorang penjual akan mendapatkan kemudahan dalam menarik konsumen yang pada akhirnya konsumen akan menjadi pelanggan tetap di tempat tersebut atau paling tidak konsumen tersebut telah memberikan “GoodWill” kepada tempat tersebut yang akan membantu tempat tersebut dalam promosi secara tidak langsung, dari mulut ke mulut. Untuk mencegah dan mengatasi kemunduran pasar tradisional tersebut seharusnya Dinas PBM menghimbau dan terus menghimbau kepada pedagang di PBM untuk selalu menjaga kebersihan untuk tetap menjaga kelancaran transaksi yang terjadi dan akan terjadi di PBM. Karena pada dasarnya pasar tradisional seperti PBM berbeda dengan pasar modern yang selalu tampak bersih tanpa harus dihimbau karena memang pasar modern menyadari terlebih dahulu bahwa kebersihan merupakan poin positif dalam menarik konsumen. Dengan terjaganya kebersihan di PBM, diharapkan akan mempertahankan dan menambah pengunjung PBM. Faktor kedua yang mempengaruhi daya tarik kosumen adalah harga. Harga sangat mempengaruhi daya beli konsumen terhadap suatu barang. Kebanyakan konsumen dari kalangan menengah ke bawah sangat memperhatikan harga dalam membeli suatu barang. Seperti yang kita ketahui di PBM bahwa untuk dapat berhasil da;lam transaksi, maka merupakan hal yang biasa jika harus terjadi proses tawar menawar. Sebagai contoh pada saat kunjungan saya ke PBM ada seseorang yang berkunjung ke toko pakaian, di sana sebelum terjadi kesepakatan harga akan terjadi tawar menawar atara penjual dan calon pembeli tersebut. Penjual akan mematok harga yang tinggi untuk menawarkan kepada konsumen sehingga diharapkan terjadi roses tawar menawar yang pada akhirnya akan terjadi kesepakatan harga yang saling menguntungkan antara penjual dan pembeli, sehingga pembeli tidak mrasa kecewa atas transaksi tersebut dan penjual akan merasa untung dengan adanya transaksi tersebut. Dapat disimpulkan bahwa terjadinya tawar menawar antara penjual dan pembeli tersebut tidak lain hanyalah untuk menyeimbangkan harga yaitu harga yang diharapkan penjual dan harga yang diinginkan oleh konsumen, sehingga diharapkan dapat terjadi kesepakatan harag antar penjual dan konsumen yang saling menguntungkan.Faktor ketiga yang mempengaruhi daya tarik konsumen menurut pengamatan yang telah saya lakukan adalah kualitas barang yang disediakan. Meskipun harga akan suatu barang murah tetapi jika kualitasnya tidak memenuhi keinginan konsumen atau sering disebut kualitas murahan, maka konsumen tidak akan merasa puas. Kebanyakan dari mereka berprinsip bahwa “meskipun harga murah tetapi kualitas tidak murahan”. Itu merupakan prinsip yang dianut konsumen kelas menengah ke bawah. Untuk kelas atas prinsip yang dianut adalah “berapapun harganya, jika kualitas barang tersebut baik maka saya bersedia membayarnya”. Dengan adanya dua hal tersebut seorang penjual sebenarnya dituntut untuk jujur terhadap keadaan barang yang akan dia jual karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Hal tersebut dimaksudkan agar konsume tidak merasa kecewa dan jera untuk membeli barang di tempat tersebut hanya karen akonsumen kecewa akan kondisi barang yang telah dibelinya tanpa sepengetahuan darinya. Jika seorang konsumen telah kecewa, maka ia tidak akan kembali lagi untuk membeli barang di tempat tersebut dan jika hal tersebut terjadi, maka hal itu bukan hanya akan merugikan penjual itu sendiri, tetapi juga akan menyebabkan kemunduran PBM. Peristiwa tesebut biasanya terjadi pada penjual buah terutama penjual yang merupakan PKL di PBM. Mereka menawarkan buah mereka dengan menunjukkan buah yang kualitasnya baik, namun setelah berhasil terjadi transaksi ternyata penjual tersebut telah mencampur buah tersebut dengan buah yang kualitasnya rendah atau bahkan dengan yang kualitasnya busuk. Dalam hal ini jelas konsumen merasa sangat dirugikan sehingga konsumen tidak mau lagi membeli kembali di tempat tersebut sehingga secara tidak langsung akan megurangi pengunjung di PBM, sehingga akan menyebabkan kemunduran pasar tradisional yang disebabkan oleh kemunduran modal sosial yang ada di PBM. Semestinya yang harus dilakukan oleh penjual adalah mengatakan yang sebenarnya tentang keadaan barang yang ditawarkan kepada calon konsumen tersebut, sehingga konsumen benar – benar tahu dan adar barang yang akan dibelinya terebut merupakan barang yang ia inginkan sesuai dengan harga yang telah disepakati sebelumnya antara penjual dan calon pembeli.Faktor keempat adalah yang berpengaruh pada daya tarik konsumen adalah pelayanan prima yang dilakukan oleh seorang penjual kepada calon konsumen. Lingkungan yang bersih dan sehat, harga sesuai kondisi barang, kualitas barang seuai keinginan dari konsumen, tetapi pelayanan yang dilakukan oleh penjual kurang atau bahkan tidak sesuai (kata sesuai dalam hal ini dimaksudkan bahwa seorang penjual seharusnya berprinsip bahwa pembeli adalah raja yang berarti seoranmg penjual harus dapat melayani konsumen dengan sepenuh hati dalam arti seorag penjual membuat konsumen merasa nyaman di tempat tersebut, sehingga konsumen merasa bahwa penjual tersebut sangat perhatian padanya dan hal tersebut dapat membuka hati konsumen tersebut untuk membeli mbarang yang ditawarkan oleh penjual tersebut). Sebagai contoh, saya mengamati seorang penjual pakaian di PBM yang sedang berusaha menarik hati konsumen yang berjalan melewati tokonya dengan mengatakan “Mbak, monggo mau beli apa? Kaos, celana, atau Cuma lihat – lihat saja tidak apa – apa, monggo Mbak mampir dulu?!!?”. Kata – kata seperti itulah yang dimaksudkan akan membuat konsumen merasa nyaman dan merasa diperhatikan, tetapi juga tidak jarang yang berpendapat bahwa hal tersebut sebenarnya justru mengganggu konsumen yang ingin berbelanja dan ingin menentukan pilihannya sendiri karena mereka sebenarnya tidak ingin diganggu dalam menetukan pilihan mereka (hal ini biasanya dilkukan atau terpikirkan oleh sebagian masyarakat modern yang lebih menytukai berbelanja ke pasar modern).Dari berbagai hal yang telah diketahui melalui pengamatan yang telah saya lakukan dapat saya simpulkjan bahwa setiap faktor mempunyai keterkaitan dengan faktor yang lain dalam menarik konsumen. Jadi jika ingin konsumen dapat tertarik ke tokonya maka ia harus melakukan hal – hal yang tersebut di atas. Sebenarnya masih banyak hal yang ingin saya bahas di sini tentang PBM tetapi dilihat dari sisi lain, misalnya dari sisi pelaku dinas pasar yang tindakannya justru membantu PBM mengalami kemunduruan dalam berbagai hal yang termasuk pula kemunduran modal sosial dan juga kemunduran keamanan yang seharusnya dipertahankan oleh setiap penjual di PBM. Tindakan dinas pasar yang dapat membantu PBM mengalami kemunduran diantaranya adalah dengan memanfaatkan keberadaan PKL di PBM untuk menarik uang retribusi yang akan menambah pendapatan mereka sendiri tanpa peduli keadaan pasar di masa yang akan datang.
Langganan:
Postingan (Atom)
